purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

Partnership

For Corporate

Community

Why Purwadhika


Tembus 4 Kerja Remote di Usia 22 Tahun, Intip Rahasia Angel Belajar Digital Marketing di Purwadhika

Purwadhika

28 May 2026

Your_paragraph_text_1_124af932ec.jpg

Banyak orang beranggapan bahwa lulusan kampus luar negeri dengan predikat cum laude sudah pasti punya jalan tol menuju karier sukses. Namun, realitas yang dihadapi Angelique Surya, seorang gadis berusia 22 tahun, justru berkata lain. Meskipun menyandang gelar mentereng dari salah satu universitas di Singapura, ia sempat terjebak dalam rutinitas kerja yang membuatnya merasa tidak memiliki keahlian spesifik. Dilema inilah yang akhirnya mendorong Angel untuk berani mengambil langkah putar balik: pulang ke Jakarta untuk belajar digital marketing secara intensif di Purwadhika Digital Technology School.

Melawan Realitas Palugada dan Memilih Belajar Digital Marketing

Angel memulai perjalanannya dengan gelar General Business Studies yang ia tempuh melalui program beasiswa. Awalnya, ia percaya bahwa ilmu bisnis bersifat fleksibel dan akan selalu dibutuhkan. Namun, saat mulai bekerja selama enam bulan di sebuah perusahaan F&B di Singapura, ia justru merasa kewalahan. Ia harus menangani hampir semua hal, mulai dari social media marketing, acara, hingga urusan sumber daya manusia. Kondisi kerja palugada atau mengerjakan segala hal tanpa fokus ini membuatnya sadar bahwa ia butuh spesialisasi. Di sisi lain, tren kerja remote yang sedang menjamur pasca pandemi COVID membuatnya semakin tertarik untuk terjun ke industri digital. Sayangnya, biaya kursus digital di Singapura sangat mahal, sehingga ia memutuskan kembali ke Indonesia. Pilihan Angel jatuh pada program Job Connector Digital Marketing di Purwadhika karena ia mencari kurikulum yang menyeluruh, bukan sekadar teori social media biasa. Bagi Angel, belajar digital marketing yang ideal adalah yang mencakup SEO, digital ads, hingga pengerjaan real project bersama klien.

Tekanan 3 Bulan yang Membentuk Mental Industri

Proses belajar Angel tidak bisa dibilang santai. Meskipun ia sempat mencoba belajar secara online, ia merasa membutuhkan interaksi langsung dan bimbingan mentor untuk tetap disiplin. Itulah sebabnya ia memilih kelas offline. Selama tiga bulan, ia melewati masa belajar yang sangat padat dan menantang. Kurikulum yang bersifat full stack menuntutnya untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga bertanggung jawab langsung atas hasil proyek yang dikerjakan untuk klien asli,. Dinamika ini ternyata menjadi simulasi yang sangat akurat bagi dunia kerja yang sesungguhnya. Angel menuturkan bahwa durasi belajar yang singkat namun sangat padat tersebut berhasil mengasah ketahanan mentalnya.

"Lulus kuliah di Singapura dengan gelar cumlaude ternyata enggak ngejamin aku siap untuk bersaing di industri, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan belajar lagi di Purwadika dan sekarang bisa dibilang aku udah dapetin apa yang aku cari".

Selain aspek teknis, lingkungan belajar yang suportif menjadi kunci penting bagi Angel. Meskipun teman-teman sekelasnya berasal dari latar belakang dan usia yang beragam, sinergi yang terbangun serta bimbingan dosen yang bisa diajak berdiskusi hingga saat ini membuat pengalaman belajar digital marketing di sana terasa sangat berharga bagi perkembangan profesinya.

Dari Nol Portofolio Sampai Jadi Project Manager

Setelah menyelesaikan programnya, Angel tidak lagi merasa kosong saat menghadapi rekruter. Ia memiliki portofolio yang solid sebagai bukti kemampuan teknisnya. Hasilnya sangat luar biasa bagi seorang fresh graduate Angel berhasil mendapatkan empat pekerjaan remote sekaligus. Hebatnya lagi, tiga dari pekerjaan tersebut ia peroleh melalui akses eksklusif ke job board khusus alumni Purwadhika. Saat ini, Angel menjabat sebagai Project Manager di We Saltis, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura. Meski perusahaannya berada di luar negeri, ia tetap bekerja sepenuhnya dari rumah di Indonesia. Hal ini memberikan keuntungan ganda bagi Angel. Dari sisi finansial, ia mendapatkan gaji dengan standar luar negeri namun dengan biaya hidup lokal, yang memungkinkannya menabung jauh lebih banyak karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi harian. Secara kualitas hidup, ia tetap bisa produktif tanpa harus kehilangan waktu berjam-jam di jalanan dan tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.

Kesimpulan: Jangan Takut Mulai dari Nol

Kisah Angel adalah pengingat bagi para fresh graduate maupun career switcher agar tidak terburu-buru mengambil keputusan besar tanpa riset yang mendalam. Angel menyarankan agar kita terlebih dahulu mengenali di bidang mana kita ingin berkembang dan apa yang menjadi keunggulan diri kita. Bagi Anda yang merasa belum memiliki riwayat pekerjaan atau pengalaman yang relevan, Angel memberikan pesan yang sangat positif:

"Kalau memang kalian mulainya benar-benar dari nol kayak aku yang no job history gitu, menurut aku apapun opportunity yang ada di depan kalian langsung ambil aja, sekecil apapun itu karena itu yang bikin kalian grow sedikit banyak".

Langkah pertama Angel dimulai dengan keberanian untuk belajar digital marketing di Purwadhika secara serius. Kini, di usia 22 tahun, ia sudah berhasil membuktikan bahwa spesialisasi dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama untuk memenangkan persaingan di industri digital masa kini.


bagikan


wa-button