Purwadhika
∙29 May 2026
Menyelesaikan studi di jurusan Arsitektur sering kali dianggap sebagai pencapaian besar dengan masa depan yang menjanjikan. Namun bagi Muhhamd Hilyah, seorang lulusan Arsitektur dari salah satu universitas ternama di Bandung, realita setelah lulus justru memberikan tantangan yang berbeda. Lulus tepat di tengah masa pandemi membuatnya harus menghadapi pasar kerja yang lesu, gaji yang sering kali di bawah upah minimum, hingga pendapatan proyek lepas yang tidak menentu.
Ketertarikan Hilyah pada dunia pemasaran sebenarnya tumbuh secara tidak sengaja saat ia mencoba peruntungan di bidang penjualan properti di Manado. Di sana, ia harus berinteraksi langsung dengan pelanggan di berbagai acara luring. Pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa pemasaran adalah keahlian yang sangat fleksibel dan dibutuhkan di hampir semua lini bisnis. Ia sempat mencoba belajar secara mandiri melalui kursus online, namun ia merasa materinya terlalu dangkal dan hanya berfokus pada permukaan saja. Hilyah menyadari bahwa untuk benar-benar kompetitif, ia membutuhkan lingkungan belajar yang lebih intensif dan mendalam. Inilah yang membawanya memilih program Job Connector International Digital Marketing di Purwadhika dengan sistem offline. Selama masa belajarnya, Hilyah tidak hanya dijejali teori, tetapi langsung dihadapkan pada skenario industri yang nyata. Ada beberapa hal utama yang membentuk kompetensinya selama di sana:
Transisi karier tentu tidak terjadi dalam semalam. Setelah lulus, Hilyah harus menunjukkan kegigihan ekstra dengan melamar ke ratusan lowongan dan mengikuti berbagai sesi wawancara. Berkat dedikasinya serta dukungan jaringan karier dari Purwadhika, dalam waktu dua bulan ia berhasil mendapatkan posisi sebagai Marketing Executive di TekGenio, sebuah startup teknologi yang berbasis di Amerika Serikat. Peran barunya saat ini memberinya fleksibilitas yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dengan sistem kerja sepenuhnya remote, Hilyah bisa mengatur waktunya sendiri tanpa perlu membuang energi untuk kemacetan setiap hari.
"I finally feel fairly paid. My role as a marketing executive involves almost all marketing activities starting from email marketing, SEO, social media marketing and branding. It is basically full stack digital marketing."
Kini, ia tidak hanya memiliki penghasilan yang stabil yang membuat orang tuanya merasa tenang, tetapi juga memiliki kebebasan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, seperti berolahraga di pagi hari sebelum mulai bekerja.
Apa yang dialami Hilyah membuktikan bahwa latar belakang pendidikan tidak harus menjadi batasan dalam berkarier. Melakukan switch career ke bidang digital marketing telah membukakan pintu bagi Hilyah untuk masuk ke pasar kerja internasional yang lebih menghargai keahliannya. Bagi Anda yang mungkin saat ini merasa terjebak atau tidak berada di jalur yang tepat, Hilyah memiliki pesan penting:
"If you feel like you're not on the right path, don't be afraid to explore new things. Be open to learning even if it's outside your comfort zone and most importantly, don't rush the process. Often times finding the right path takes a really long time, so just keep moving forward."
Menemukan karier yang memberikan keseimbangan antara kebahagiaan pribadi dan stabilitas finansial adalah sebuah perjalanan yang layak untuk diperjuangkan.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT