purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

Partnership

For Corporate

Community

Why Purwadhika


Menjadi Performance Marketing Specialist Tanpa Kuliah

Purwadhika

29 May 2026

AL - Performance Marketing

Banyak orang beranggapan bahwa untuk menembus perusahaan besar dan menangani klien nasional, gelar sarjana adalah harga mati. Namun, kisah Alghifari Natawijaya, seorang pemuda berusia 20 tahun, mematahkan stigma tersebut. Hanya dengan ijazah SMK jurusan multimedia, Alghifari kini sukses berkarier sebagai performance marketing specialist di sebuah agensi ternama. Perjalanannya membuktikan bahwa di industri kreatif dan digital saat ini, keahlian teknis yang terukur jauh lebih bernilai daripada sekadar lembar ijazah. Dari seorang lulusan SMK di Bogor yang sempat dipandang sebelah mata, hingga menjadi profesional yang dipercaya oleh brand besar seperti JNE dan Taman Safari.

Alasan Alghifari Memilih Jalur Bootcamp dan Proses Belajar di Purwadhika

Kondisi finansial keluarga yang naik turun membuat Alghifari harus mengambil keputusan besar setelah lulus sekolah. Meskipun memiliki keinginan kuat untuk kuliah, ia menyadari bahwa memaksakan diri lanjut ke perguruan tinggi tanpa cadangan biaya yang stabil hanya akan membuatnya terjebak dalam masalah keuangan. Alghifari memutuskan untuk langsung terjun ke dunia kerja, namun ia menghadapi realita pahit di kota asalnya, Bogor. Saat mencoba melamar pekerjaan full-time, ia mendapatkan tawaran gaji yang rendah karena latar belakang pendidikannya hanya SMK. Titik balik terjadi ketika Alghifari menemukan iklan Purwadhika di YouTube saat ia sedang mencari informasi mengenai kampus. Setelah membandingkan dengan berbagai kompetitor, ia memilih Purwadhika karena reputasi fasilitas job connector yang dianggap lebih terpercaya. Ia akhirnya mengambil program Digital Marketing pada akhir tahun 2023 di usia 19 tahun. Selama masa pelatihan, Alghifari sempat merasa skeptis terhadap pengajarnya. Namun, prasangka itu hilang setelah ia merasakan langsung bimbingan dari mentor yang kompeten seperti Kak Anisa. Ia menyadari bahwa menjadi seorang _digital marketer _bukan hanya soal teknis iklan, tetapi juga pemahaman mendalam tentang materi fundamental. Baginya, pondasi teori yang kuat adalah kunci untuk menghasilkan strategi dan karya yang berkualitas tinggi di bidang performance marketing.

Strategi Menembus Agensi dan Menangani Klien Besar

Salah satu ketakutan terbesar lulusan SMK saat bersaing di Jakarta adalah rasa rendah diri atau minder. Alghifari pun merasakannya. Namun, proses di bootcamp membekalinya dengan senjata yang tepat untuk bersaing. Ia tidak hanya diajarkan cara menjalankan iklan, tetapi juga cara membangun portofolio yang menjual dan teknik menghadapi wawancara kerja agar tidak gugup di hadapan perekrut. Keberhasilan Alghifari membuahkan hasil ketika ia diterima bekerja di Grapos, sebuah marketing agency profesional, sebagai performance marketing specialist. Di posisi ini, ia bertanggung jawab langsung atas keberhasilan campaign klien-klien besar. Menangani akun sekelas JNE dan Taman Safari menjadi pembuktian nyata bahwa kemampuannya sudah setara dengan tenaga profesional lainnya. Mengenai bagaimana sistem pendukung di Purwadhika membantunya mendapatkan pekerjaan, Alghifari memberikan catatan penting:

"Gua kira itu job connector-nya itu seperti kita diantarin ke perusahaan dan terima beres saja gitu. Tapi nyatanya kita juga diajarin untuk build portofolio supaya kita bisa cari sendiri dan diajarin juga pas interview itu gimana biar kita enggak terlalu nge-blank gitu, ini penting banget. Ibaratnya itu kita jangan sampai bisa dikasih ikan terus tapi kita gak bisa memancing ikannya sendiri."

Kini, Alghifari sudah bisa hidup mandiri di Jakarta dan meringankan beban finansial orang tuanya. Ia tidak lagi mengandalkan uang kiriman, melainkan sudah memiliki penghasilan stabil dari profesinya di bidang performance marketing.


bagikan


wa-button