Purwadhika
∙29 May 2026
Banyak orang ngerasa kalau sudah tersesat terlalu lama di karier yang salah, balik lagi ke jalur impian itu mustahil. Namun, Nathania Emmanuel atau yang akrab disapa Nia, adalah bukti hidup kalau hal itu salah besar. Setelah total 8 tahun menghabiskan waktu di bidang yang bukan passion-nya, Nia nekat banting setir di tahun 2024. Dari yang tadinya nggak bisa pakai software desain sama sekali, sekarang dia sukses berkarier sebagai Graphic Designer profesional. Ini adalah cerita tentang keberanian buat nggak menyerah sama mimpi yang sempat dianggap basi.
Memutuskan pindah haluan bukan berarti cuma modal nekat atau yang penting happy. Nia sadar kalau dia butuh senjata teknis yang matang supaya bisa bersaing secara profesional. Di Purwadhika, Nia benar-benar memulai semuanya dari dasar, terutama belajar Adobe Illustrator dari nol. Menariknya, proses belajarnya nggak bikin pusing karena dibimbing langsung oleh dosen yang merupakan praktisi di industrinya. Jadi, diskusi yang terjadi bukan cuma soal teori warna yang membosankan, tapi gambaran nyata tentang apa yang sebenarnya terjadi di industri kreatif saat ini. Momen paling seru buat Nia adalah saat mengerjakan final project dan campaign project, di mana dia punya kebebasan penuh buat menantang diri sendiri. _ "Itu momen di mana aku benar-benar punya kebebasan buat ngelakuin apa yang aku impikan. Mulai dari riset brand sampai nurunin itu semua ke visual aku lakuin semuanya sendiri. Di situ aku bisa menantang diri sekaligus naruh warna aku dalam karyanya."_
Melalui proyek-proyek ini, Nia belajar bahwa menjadi seorang Graphic Designer bukan cuma soal bikin gambar yang cakep dipandang, tapi tentang riset mendalam dan cara menyampaikan pesan visual yang kuat.
Setelah lulus dari Purwadhika, Nia nggak cuma bawa pulang sertifikat, tapi juga pembuktian kalau pindah haluan di usia matang itu bukan sekadar dongeng sebelum tidur. Perjalanan panjang dari Solo kembali ke hiruk-pikuk industri kreatif Jakarta akhirnya berbuah manis. Kalau dulu Nia sempat ngerasa mimpinya sudah kedaluwarsa, sekarang dia bisa pamer kalau career switch itu beneran nyata bagi mereka yang berani bertaruh buat diri sendiri. Kini, Nia sudah resmi bekerja sebagai Graphic Designer di bidang kreatif. Perasaan bisa mendesain hal-hal yang dia sukai dan yang paling penting ibayar untuk itu, rasanya benar-benar luar biasa. Nia merasa sangat bersyukur karena dulunya dia sama sekali tidak bisa menggunakan Adobe Illustrator, namun sekarang dia sudah bisa mengaplikasikan ilmu tersebut langsung di industri secara profesional. Pengalaman Nia sebagai mantan media planner selama 3 tahun ternyata nggak sia-sia. Justru, itu jadi bumbu rahasia yang bikin dia punya perspektif lebih luas dalam memahami kebutuhan klien dan strategi pemasaran, yang kini ia kemas dalam bentuk visual yang apik.
Nia percaya bahwa sukses itu bukan tujuan akhir, dan kegagalan juga bukan sesuatu yang fatal. Sambil memegang mantra dari Winston Churchill, "Success is not final and failure is not fatal. It is the courage to continue that counts", Nia membagikan tiga prinsip utama bagi kamu yang pengen jadi Graphic Designer atau profesi apa pun tapi masih ragu:
Nia sudah membuktikan kalau tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi. Jadi, kapan giliran kamu buat ngulik mimpi yang sempat tertunda itu?
bagikan
ARTIKEL TERKAIT