Sri Fersney Hedwinanto
∙30 October 2026

Instagram mulai membuka ruang untuk konten yang lebih panjang melalui fitur baru bernama Features. Fitur ini memungkinkan kreator mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit, termasuk podcast, wawancara, vlog, dan konten hiburan lainnya.
Yang menarik, Features tidak berdiri sendiri. Instagram juga sedang mengembangkan cara untuk menghubungkan video panjang dengan Reels, sehingga audiens bisa menemukan cuplikan singkat lalu melanjutkan menonton versi lengkapnya. Namun, per 30 Oktober 2026, fitur ini masih dalam tahap uji coba terbatas dan belum tersedia secara luas di Indonesia.
Features adalah format video panjang yang sedang diuji Instagram untuk memberi ruang bagi kreator membagikan konten secara lebih mendalam. Berbeda dari Reels yang identik dengan video pendek vertikal, Features mendukung video horizontal dengan durasi hingga 90 menit.
Format ini ditujukan untuk berbagai jenis konten yang membutuhkan waktu lebih panjang, seperti podcast, wawancara, vlog, hingga pertunjukan komedi. Jadi, kreator tidak harus selalu memotong pembahasan menjadi beberapa video pendek agar bisa membagikannya di Instagram.
Melalui Features, Instagram juga ingin membuat audiens bisa menikmati konten lengkap tanpa harus berpindah ke platform lain. Misalnya, seseorang menemukan cuplikan podcast di Explore. Jika tertarik, ia bisa mengetuk opsi untuk menonton video selengkapnya dan melanjutkan ke versi penuh.
Salah satu bagian paling menarik dari pengembangan Features adalah integrasinya dengan Reels. Instagram tidak hanya menambahkan tempat untuk mengunggah video panjang, tetapi juga mencoba menghubungkan kedua format tersebut agar bisa saling mendukung.
Berikut gambaran cara kerjanya.
Kreator dapat mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit melalui Features. Konten ini bisa berupa episode podcast lengkap, wawancara, atau pembahasan suatu topik yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam.

Dari video panjang tersebut, kreator dapat membuat beberapa cuplikan untuk dibagikan sebagai Reels. Instagram sedang menguji fitur bernama Clips as Reels, yang memungkinkan kreator menghubungkan hingga delapan video Reels dengan satu video panjang.
Dengan cara ini, audiens yang menemukan salah satu cuplikan bisa langsung diarahkan ke konten lengkapnya.
Pada tahap awal pengujian, video Features dapat ditemukan melalui pratinjau klip pendek di halaman Explore. Penonton bisa mengetuk tombol Watch full video untuk melanjutkan ke video lengkap.
Artinya, video panjang tidak hanya mengandalkan pengikut yang sudah mengenal akun kreator. Konten tersebut juga berpeluang ditemukan oleh pengguna lain melalui rekomendasi Instagram.
Keduanya sama-sama menjadi bagian dari strategi video Instagram, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
| Aspek | Reels | Features |
|---|---|---|
| Format | Video pendek vertikal | Video horizontal |
| Durasi | Relatif singkat | Hingga 90 menit |
| Fokus | Menarik perhatian dan menjangkau audiens | Menyampaikan konten lebih mendalam |
| Contoh konten | Tips singkat, tren, teaser, tutorial singkat | Podcast, wawancara, vlog, diskusi |
| Peran dalam strategi | Discovery dan engagement | Pembahasan lengkap dan membangun koneksi lebih dalam |
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Instagram tidak sedang meninggalkan Reels. Justru, platform tersebut mencoba membuat video pendek dan panjang saling melengkapi. Reels bisa membantu menarik perhatian, sedangkan Features memberi ruang bagi audiens yang ingin mengenal topik atau kreator lebih jauh.
Selama ini, Instagram lebih dikenal sebagai platform untuk berbagi foto dan video pendek. Namun, kebiasaan audiens dalam menikmati konten digital terus berkembang. Podcast, wawancara, video edukasi, dan konten hiburan berdurasi panjang juga memiliki audiens tersendiri.
Melalui Features, Instagram mencoba menyediakan pengalaman menonton yang lebih lengkap di dalam satu platform. Ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan arah pengembangan ini.
Selama ini, kreator yang membuat podcast atau video berdurasi panjang sering menggunakan YouTube sebagai salah satu platform utama untuk mengunggah konten lengkapnya.
Dengan Features, Instagram membuka peluang bagi kreator tersebut untuk menjangkau audiens melalui video panjang sekaligus memanfaatkan Reels untuk menyebarkan cuplikannya.
Bayangkan kamu menemukan potongan podcast yang menarik di Instagram. Biasanya, kamu perlu membuka tautan atau mencari episode lengkapnya di platform lain.
Features mencoba mempersingkat proses tersebut. Audiens dapat menemukan cuplikan dan melanjutkan ke video lengkap tanpa harus meninggalkan Instagram. Ini juga sejalan dengan upaya platform untuk membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi.
Instagram juga sedang memperluas pengalaman menonton melalui aplikasi Instagram untuk TV. Dalam pengembangan Features, pengalaman video panjang direncanakan hadir terlebih dahulu di aplikasi mobile, sebelum diperluas ke pengalaman menonton melalui TV.
Langkah ini menarik karena konten seperti podcast, wawancara, dan video hiburan memang bisa dinikmati dalam durasi lebih panjang dan melalui layar yang lebih besar.
Kemunculan Features membuat persaingan Instagram dan YouTube semakin menarik untuk diperhatikan. Keduanya kini memiliki ruang untuk konten pendek maupun panjang, meskipun cara kerja dan ekosistem kreatornya belum tentu sama.
YouTube sudah lama menjadi pilihan bagi kreator yang ingin membangun kanal video panjang, mulai dari podcast, dokumenter, tutorial, sampai konten edukasi. Sementara itu, Instagram memiliki kekuatan pada distribusi konten melalui Reels, interaksi sosial, dan rekomendasi kepada audiens.
Features berpotensi mempertemukan dua pengalaman tersebut. Kreator bisa menggunakan Reels untuk menjangkau audiens baru, lalu mengarahkan mereka ke video lengkap di Instagram.
Namun, masih ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu monetisasi. Selama ini, pendapatan kreator Instagram banyak bergantung pada kerja sama dengan brand. Meta memang sedang mengeksplorasi peluang monetisasi melalui brand, penggemar, maupun insentif berbasis performa untuk konten video panjang.
Meski begitu, belum ada kepastian bahwa Features akan memiliki sistem bagi hasil iklan seperti YouTube Partner Program. Jadi, belum tepat untuk menganggap Features sudah bisa menjadi pengganti YouTube dari sisi pendapatan kreator.
Untuk saat ini, belum ada peluncuran luas Features di Indonesia.
Berdasarkan informasi per 30 Oktober 2026, Instagram telah menguji format ini bersama sejumlah kreator di Brasil dan mulai memperluas pengujian secara terbatas kepada kreator terpilih di Amerika Serikat sejak 26 Oktober 2026.
Pada tahap awal, Features tersedia melalui aplikasi mobile. Instagram juga berencana memperluas pengalaman menonton ke aplikasi Instagram untuk TV. Namun, belum ada tanggal resmi untuk peluncuran global maupun ketersediaannya bagi pengguna di Indonesia.
Jadi, meskipun sudah ramai dibicarakan, pengguna Instagram di Indonesia belum tentu bisa langsung mencoba fitur ini.
Meskipun belum tersedia secara luas, Features bisa menjadi sinyal bahwa strategi konten ke depan tidak cukup hanya mengandalkan video pendek.
Bagi content creator dan social media marketer, ada beberapa hal yang bisa mulai dipersiapkan.
Satu ide konten tidak harus selalu berhenti di satu video pendek. Misalnya, kamu membuat konten tentang tips digital marketing. Topik tersebut bisa dikembangkan menjadi pembahasan lengkap, kemudian dipecah menjadi beberapa video pendek yang membahas poin-poin menarik.
Dengan begitu, kamu punya konten untuk menarik perhatian audiens sekaligus materi yang lebih lengkap bagi mereka yang ingin belajar lebih dalam.
Jangan hanya memotong video panjang secara acak untuk dijadikan Reels. Pilih bagian yang punya konteks, menarik perhatian, dan bisa dipahami meskipun ditonton secara terpisah.
Misalnya, dari satu episode podcast berdurasi 60 menit, kamu bisa mengambil beberapa bagian seperti pendapat yang berbeda, pertanyaan menarik, atau insight yang relevan dengan masalah audiens.
Tujuannya bukan sekadar membuat banyak potongan video, tetapi membuat audiens punya alasan untuk menonton versi lengkapnya.
Video panjang memberikan ruang untuk membangun cerita dan menyampaikan informasi secara lebih detail. Namun, durasi yang lebih panjang tidak otomatis membuat konten menjadi lebih menarik.
Kreator tetap perlu menyusun alur pembahasan, menentukan pesan utama, dan menjaga agar setiap bagian punya nilai bagi audiens. Jangan memperpanjang durasi hanya karena platform memungkinkan video hingga 90 menit.
Video pendek dan video panjang memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, cara mengukur performanya juga perlu disesuaikan.
Untuk video pendek, kamu bisa memperhatikan retention, jumlah share, dan engagement. Sementara itu, untuk video panjang, perhatikan watch time, durasi tontonan rata-rata, dan seberapa banyak audiens yang melanjutkan menonton setelah menemukan cuplikannya.
Metrik tersebut bisa membantu menentukan format dan topik mana yang paling relevan untuk audiensmu. Ini juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk strategi konten berikutnya.
Tidak harus. Kehadiran Features bukan berarti semua kreator perlu meninggalkan Reels atau langsung memproduksi video berdurasi panjang.
Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan audiens dan memilih format yang paling sesuai dengan tujuan konten. Ada topik yang cukup dijelaskan dalam 30 detik, tetapi ada juga yang membutuhkan pembahasan lebih panjang agar pesannya tersampaikan dengan baik.
Features membuka peluang baru bagi kreator untuk mengembangkan strategi konten yang lebih beragam. Ke depannya, kemampuan menghubungkan video pendek dan panjang bisa menjadi salah satu pertimbangan penting dalam perencanaan social media marketing.
Pada akhirnya, bukan soal siapa yang bisa membuat video paling panjang, tetapi siapa yang mampu membuat konten yang tetap relevan dan layak ditonton sampai selesai. Untuk mengasah kemampuan tersebut, mulai dari menyusun strategi konten hingga memahami cara kerja social media, kamu bisa mempelajarinya melalui program Job Connector Social Media & Content Creation Purwadhika
Features adalah format video panjang yang sedang diuji Instagram. Fitur ini memungkinkan kreator mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit, seperti podcast, wawancara, vlog, dan konten hiburan.
Berdasarkan informasi pengujian yang diumumkan Instagram, video Features dapat memiliki durasi hingga 90 menit.
Reels berfokus pada video pendek vertikal untuk menarik perhatian dan menjangkau audiens. Sementara itu, Features memungkinkan kreator membagikan video horizontal berdurasi lebih panjang untuk menyampaikan pembahasan secara lebih mendalam.
Belum. Per 30 Oktober 2026, Features masih diuji secara terbatas bersama kreator di Brasil dan Amerika Serikat. Instagram belum mengumumkan jadwal peluncurannya di Indonesia.
Instagram sedang mengeksplorasi berbagai peluang monetisasi melalui brand, penggemar, dan insentif berbasis performa. Namun, belum ada pengumuman resmi mengenai sistem bagi hasil iklan seperti YouTube Partner Program.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT