purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

For Corporate

Community

Why Purwadhika


Skill Digital yang Paling Dicari Perusahaan Tahun Ini (dan Cara Mulai Belajarnya)

Shandri Mayastari

∙

20 October 2026

0313_Apa_Tugas_Digital_Marketing_Officer_Dan_Berapa_Gajinya_5c8dcbbd17.png

Kalau kamu lagi sering buka LinkedIn atau portal lowongan kerja, mungkin kamu sadar satu hal: banyak perusahaan sekarang minta skill yang kurang lebih mirip. Ada yang cari orang yang paham data, ada yang butuh digital marketing, ada juga yang mulai mencantumkan kemampuan menggunakan AI sebagai nilai plus. Nama posisinya bisa beda-beda, tapi kebutuhan skill-nya sering ketemu di titik yang sama. Makanya, kalau sekarang kamu lagi kepikiran buat upgrade skill tapi masih bingung mulai dari mana, sebenarnya kamu nggak perlu belajar semuanya sekaligus. Yang lebih masuk akal justru pilih satu skill yang paling dekat dengan minat dan tujuan kariermu, lalu pelajari pelan-pelan sampai benar-benar bisa dipakai. Berikut beberapa skill digital yang saat ini cukup banyak dibutuhkan industri.

1. AI Literacy

Sekarang ngomongin AI sudah bukan cuma soal ChatGPT atau bikin gambar otomatis. Di dunia kerja, AI mulai dipakai untuk bantu riset, cari ide, olah data, bikin draft, sampai mempercepat pekerjaan yang sebelumnya cukup makan waktu. Karena itu, punya AI literacy jadi makin relevan.Tapi bukan berarti kamu harus langsung jadi AI Engineer. Untuk pemula, cukup mulai dari hal sederhana seperti memahami cara kerja generative AI, belajar bikin prompt yang lebih jelas, tahu kapan hasil AI bisa dipakai, dan kapan kamu tetap perlu cek ulang secara manual. Skill seperti ini bisa dipakai hampir di semua bidang, mulai dari marketing, data, desain, sampai business. Kalau masih mau coba-coba dulu, kamu bisa mulai dari kelas gratis Purwadhika.

2. Data Analysis

Hampir semua bisnis sekarang punya data. Masalahnya, punya data belum tentu berarti mereka tahu harus ngapain dengan data itu. Di sinilah data analysis jadi penting. Skill ini membantu kamu membaca angka, mencari pola, dan mengubah data mentah menjadi insight yang lebih gampang dipahami.Kalau baru mulai, nggak perlu langsung lompat ke Python. Kamu bisa mulai dari Excel atau spreadsheet, lanjut belajar basic statistics, SQL, lalu data visualization. Yang penting bukan sekadar bisa pakai tools, tapi tahu pertanyaan apa yang sebenarnya ingin dijawab dari data tersebut. Kalau tertarik di bidang ini, kamu bisa lihat program Business & Data Analyst Purwadhika. Cara Switch Karir ke Digital Marketing di 2025?

3. Digital Marketing

Digital marketing juga masih jadi salah satu skill yang relevan karena hampir semua brand sekarang berlomba cari perhatian di kanal digital. Tapi digital marketing bukan sekadar bikin konten Instagram. Di dalamnya ada banyak hal lain seperti SEO, paid ads, social media strategy, content marketing, analytics, sampai conversion. Kalau mau mulai dari nol, coba pahami dulu dasar customer journey. Pelajari kenapa orang bisa kenal sebuah brand, tertarik, lalu akhirnya memutuskan beli. Dari situ, baru mulai kenalan dengan tools dan channel yang lebih spesifik. Kalau kamu suka dunia konten, bisnis, dan strategi, bidang ini bisa jadi salah satu pilihan yang cukup menarik. Kamu juga bisa cek program Digital Marketing Purwadhika.

4. Software Development

Software development masih jadi fondasi dari banyak produk digital yang kita pakai setiap hari. Website, aplikasi, platform e-commerce, sampai sistem internal perusahaan, semuanya butuh development. Kalau baru mau belajar coding, jangan terlalu terpaku sama pertanyaan seperti “bahasa pemrograman apa yang paling bagus?” Lebih penting pahami dulu logika programming. Mulai dari satu bahasa, bikin project sederhana, lalu belajar dari error yang muncul. Setelah fondasinya cukup kuat, baru kamu bisa eksplor framework dan teknologi lainnya. Buat yang masih penasaran apakah coding cocok atau nggak, bisa mulai dari free course Full Stack Software Development Purwadhika.

5. UI/UX Design

Pernah pakai aplikasi yang tampilannya bagus tapi bikin bingung? Itu salah satu contoh kenapa UI/UX bukan cuma soal bikin desain yang enak dilihat. UI/UX juga bicara soal bagaimana orang menggunakan sebuah produk. Apakah tombolnya gampang ditemukan? Apakah alurnya jelas? Apakah user tahu harus klik apa setelah ini? Kalau tertarik belajar UI/UX, kamu bisa mulai dari design principle, typography, layout, user research, wireframe, dan prototyping. Tools seperti Figma memang penting, tapi cara berpikir di balik desain justru jauh lebih penting. Daripada cuma ikut tutorial, coba juga bikin redesign sederhana dari aplikasi yang sering kamu pakai. Dari situ kamu bisa mulai belajar melihat masalah dari sudut pandang user.

6. Problem Solving dan Adaptability

Ini sering terlupakan karena nggak terdengar “digital”, padahal justru kepakai di hampir semua pekerjaan. Tools bisa berubah. Platform bisa berubah. Bahkan job description juga bisa berubah dalam beberapa tahun. Makanya, kemampuan untuk belajar hal baru, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi tetap dibutuhkan. Orang yang bisa pakai banyak tools belum tentu otomatis lebih unggul kalau masih kesulitan memahami masalah yang sebenarnya. Jadi selain belajar hard skill, tetap penting melatih cara berpikir. Coba biasakan bertanya:

“Masalahnya sebenarnya apa?” “Kenapa ini terjadi?” “Ada cara yang lebih sederhana nggak?” Pertanyaan seperti ini justru sering jadi pembeda saat kamu mulai masuk ke dunia kerja.

Jadi, Mulai Belajar Skill yang Mana?

Nggak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Kalau kamu suka angka dan analisis, mungkin data lebih cocok. Kalau suka bikin sesuatu, kamu bisa coba software development atau UI/UX. Kalau lebih suka strategi, komunikasi, dan memahami audience, digital marketing bisa jadi pilihan.

Yang penting, jangan tunggu sampai merasa “siap banget”. Mulai dari satu skill dulu. Belajar dasar-dasarnya. Bikin project kecil. Lalu lihat apakah kamu memang menikmati prosesnya. Purwadhika punya beberapa pilihan program di bidang digital, mulai dari Data, Digital Marketing, Software Development, UI/UX, sampai AI. Kalau masih belum yakin mau ambil yang mana, kamu bisa mulai dulu dari kelas pengantar supaya lebih kebayang bidang mana yang paling cocok. Kenali Program Purwadhika Yang perlu diingat, skill digital itu nggak harus dipelajari sekaligus. Satu skill yang benar-benar kamu kuasai biasanya jauh lebih berguna daripada lima skill yang cuma kamu tahu permukaannya.


bagikan


wa-button