purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

For Corporate

Community

Why Purwadhika


Cara Kerja ChatGPT Ads dan Bedanya dengan Google Ads dan Meta Ads

Aulia Putri

∙

20 October 2026

10_Alasan_Kenapa_Setiap_Profesional_Harus_Mempelajari_Cara_Menggunakan_Chat_GPT_2_08fa181559.jpg

Sekarang ini, pengguna internet semakin terbiasa berinteraksi dan bertanya langsung kepada chatbot AI seperti ChatGPT dalam mencari solusi, membandingkan produk, sampai mengambil keputusan ketimbang hanya mengetikkan keyword di mesin pencari.

Perubahan perilaku ini membuka babak baru dalam dunia digital marketing melalui kehadiran ChatGPT Ads. Pengembang ChatGPT, OpenAI meluncurkan ekosistem periklanan baru yang memungkinkan brand hadir dalam alur percakapan berbasis AI.

Nah, seperti apa kehadiran ChatGPT Ads ini berdampak bagi Digital Marketer? Dan apa keunggulan platform periklanan digital baru ini serta perbedaannya dengan platform iklan lain yang sudah lebih dulu dikembangkan seperti Google Ads dan Meta Ads? Baca lebih lanjut artikel ini untuk mengetahuinya.

Apa itu ChatGPT Ads?

ChatGPT Ads adalah ekosistem iklan bersponsor yang ditampilkan ke pengguna ketika ada kecocokan antara konteks percakapan pengguna dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh pengiklan.

ChatGPT Ads pertama kali diuji coba di Amerika Serikat pada Februari 2026. Kemudian, ekosistem ini diperluas bertahap ke lebih dari 60 negara. Secara resmi, ChatGPT Ads mulai masuk ke pasar Indonesia pada 24 September 2026 lalu bersama tujuh pasar Asia lainnya.

Iklan tidak akan muncul pada seluruh pengguna. Pengembang ChatGPT mengatakan iklan hanya akan ditampilkan kepada pengguna paket ChatGPT Free dan ChatGPT Go, sementara pengguna paket berbayar yang lebih tinggi seperti Paket Plus, Pro dan Enterprise bisa mendapatkan pengalaman tanpa iklan.

Bagaimana Cara Kerja ChatGPT Ads?

ChatGPT Ads bekerja dengan fokus pada pemahaman konteks dan intent percakapan, bukan hanya sekedar pencocokan kata kunci atau exact-match keywords.

Jadi, ketika pengguna sedang melakukan percakapan atau minta rekomendasi dari ChatGPT, sistem ChatGPT Ads akan mempertimbangkan context hints, copy iklan, serta landing page yang didaftarkan oleh pengiklan untuk menampilkan iklan yang relevan.

Misalnya, ketika pengguna minta rekomendasi bubuk matcha, setelah ChatGPT selesai memberikan jawaban, iklan akan muncul di bawah jawaban AI dalam bentuk sebuah kartu iklan bubuk matcha yang relevan.

ChatGPT Ads juga muncul berbeda dengan iklan berbasis keyword, karena iklan di platform ChatGPT, mempertimbangkan konteks dan maksud dari percakapan yang sedang berlangsung. Contohnya, ketika pengguna berdiskusi mengenai bubuk matcha, iklan akan menampilkan produk atau layanan yang dianggap relevan dengan kebutuhan tersebut.

Iklan yang muncul akan memuat logo, headline, deskripsi singkat, gambar, hingga tautan landing page. Iklan akan diberi label bersponsor dan terpisah secara visual tanpa mempengaruhi atau merekayasa jawaban dari AI.

Dari sisi keamanan data, OpenAI menegaskan setiap percakapan pengguna tetap bersifat privat dan data pribadi pengguna tidak dijual kepada pengiklan.

Pengiklan tidak menerima informasi sensitif pengguna seperti riwayat chat, memori, nama, email, alamat IP maupun lokasi presisi pengguna.

Cara Menonaktifkan dan Memasang ChatGPT Ads

Bagi pengguna paket Free di ChatGPT, OpenAI juga menyediakan pilihan untuk mematikan iklan melalui pengaturan dengan konsekuensi batas penggunaan yang lebih ketat.

Untuk mengakses dan memasang ChatGPT Ads, pengiklan dapat mengelola kampanye mereka secara mandiri apabila mereka memenuhi syarat melalui Ads Manager di platform ads.open.ai.com. Selain itu, pengiklan juga bisa mengaksesnya melalui jaringan agensi mitra seperti Dentsu, Havas Media, Omnicom Media, Publicis Groupe dan WPP. Tak hanya itu, platform e-commerce seperti Shopee turut digandeng.

ChatGPT Ads vs Google Ads vs Meta Ads

Untuk memahami keunikan ChatGPT Ads, berikut adalah perbandingan mendasar antara ChatGPT Ads dengan platform iklan lainnya seperti Google Ads dan Meta Ads. Ini perbedaannya dengan dua platform iklan tersebut dari beberapa perspektif:

  • Cara targeting: ChatGPT Ads fokus pada konteks percakapan, intent maupun context hints. Sementara Google Ads fokus pada keyword dan search intent, dan Meta Ads menargetkan pada demografi, minat, dan perilaku audiens.
  • Momen munculnya iklan: Iklan ChatGPT muncul saat pengguna berdiskusi, melakukan percakapan atau membandingkan pilihan. Ini berbeda dengan Google Ads di mana iklan muncul saat pengguna aktif melakukan pencarian berdasarkan keyword tertentu. Sementara, iklan muncul melalui Meta Ads di saat pengguna sedang scrolling di sosial media mereka.
  • Jenis intent audiens: Intentnya pun berbeda di tiap platform. Intent audiens untuk ChatGPT Ads adalah mereka yang mencari pemahaman dan rekomendasi mendalam, atau memiliki high consideration. Sementara, intent audiens untuk Google Ads adalah direct search atau sudah siap membeli dan mencari produk yang spesifik. Keduanya berbeda dengan intent audiens di Meta Ads di mana bisa dibilang intent di platform iklan tersebut passive interest, yaitu iklan menjangkau pengguna yang belum tentu mencari tapi ketika mereka sedang scroll di sosmed, maka iklan bisa muncul.

Perbedaan ini menunjukkan ChatGPT Ads tidak dirancang untuk langsung menggantikan Google Ads maupun Meta Ads melainkan mengisi celah pada tahap pertimbangan atau consideration di customer journey.

Namun dari segi kesiapan data di Indonesia, ChatGPT Ads masih tahap awal dan belum ada benchmark data lokal sehingga belum teruji seperti dua platform iklan lainnya yang sudah matang.

Keunggulan ChatGPT Ads

Bila dirangkum, ada beberapa keunggulan dari ChatGPT Ads dalam strategi digital marketing:

  • Relevansi berbasis konteks: Iklan muncul saat audiens sedang melakukan riset atau mempertimbangkan pilihan
  • Format transparan: Iklan diberi label bersponsor yang dipisahkan dari respons AI. Pengiklan tidak dapat mengatur jawaban AI sehingga menjaga transparansi dengan pengguna
  • Fitur Performance Marketing lengkap: Mendukung tujuan optimasi berbasis CPM, CPC, dan conversion-optimized-per-click. Platform iklan ini juga menyediakan fleksibilitas daily dan total budget, penargetan lokasi, dan integrasi UTM untuk mengukur konversi.

Keterbatasan ChatGPT Ads

Di balik potensinya, ChatGPT Ads memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

  • Cakupan segmen terbatas: Iklan hanya ditampilkan kepada pengguna paket Free dan Go
  • Data performa lokal minim: Karena baru diluncurkan di Indonesia, benchmark biaya per klik dan efektifitas konversi untuk pasar Indonesia masih terbatas
  • Saluran iklan masih berkembang: Dengan menggunakan format baru, ekosistem analitik maupun kebiasaan audiens dalam berinteraksi dengan iklan AI masih dalam penyesuaian.

Apakah ChatGPT Ads Layak Dicoba?

Ini tergantung pada tujuan kampanye brand Anda. Bagi bisnis yang ingin membangun awareness dan menjangkau calon pelanggan pada tahap evaluasi dan pertimbangan, ChatGPT Ads menawarkan peluang untuk hadir di momen ketika audiens minta saran kepada AI.

Meskipun, jangkauan segmennya belum mencakup seluruh pengguna berbayar dan data lokal juga masih sedikit, namun keunggulan ChatGPT Ads dalam menangkap contextual intent menjadikannya potensial untuk melengkapi kampanye di Google Ads maupun Meta Ads.

Digital Marketer bisa mencoba dengan menguji kampanye berskala kecil.

Era Baru Periklanan Digital

Periklanan digital telah memasuki era percakapan cerdas. Memahami dan menguji ChatGPT sejak awal bisa menjadi langkah strategis suatu brand untuk tetap relevan di tengah perilaku konsumen yang kerap menggunakan AI.

sumber: Google Absolut Business Tekno Kompas


bagikan


wa-button