Sri Fersney Hedwinanto
∙28 October 2026

Setelah 11 tahun bekerja, Zarisya Aziz menemukan arah karir baru dengan kembali belajar digital marketing melalui Job Connector Purwadhika. Siapa sangka, setelah menyelesaikan program tersebut, ia justru mendapat kesempatan bergabung dengan Purwadhika sebagai Digital Marketing Lecturer.
Sebelum mengambil langkah itu, Zarisya merasa kehilangan spark dalam perjalanan karirnya. Ia pun memutuskan untuk belajar lagi dan membuka peluang baru yang sebelumnya belum terpikirkan.
Perjalanannya jadi pengingat bahwa belajar lagi nggak selalu berarti kita harus kembali ke titik nol. Kadang, pengalaman yang sudah kita punya justru bisa membawa kita ke arah baru yang sebelumnya belum terpikirkan.
Sebelum kembali mendalami marketing, Zarisya sudah menjalani perjalanan karir yang cukup beragam.
Ia mengawali karir di bidang Marketing selama empat tahun. Setelah itu, ia beralih ke Project Management dan Operational untuk mencoba tantangan yang berbeda. Selama sekitar tiga tahun berikutnya, ia mengeksplorasi berbagai bidang dan pengalaman kerja.
Namun, seiring waktu, Zarisya mulai merasa butuh sesuatu yang baru. Setelah bertahun-tahun bekerja, ia ingin kembali menemukan bidang yang membuatnya merasa tertantang dan semangat untuk terus berkembang.
Akhirnya, ia memutuskan kembali ke dunia marketing.
Tapi ada satu hal yang ia sadari. Marketing yang ia kenal dulu sudah banyak berubah. Perkembangan digital membuat cara bisnis menjangkau audiens, membaca perilaku konsumen, dan mengukur hasil pemasaran ikut berkembang.
Kalau ingin kembali ke bidang ini, Zarisya tahu ia perlu memperbarui pengetahuannya.
Alih-alih hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya, ia memilih untuk kembali menjadi student dan mempersiapkan diri menghadapi dunia digital marketing yang terus berubah.

Memutuskan untuk belajar lagi setelah bertahun-tahun bekerja tentu punya tantangan tersendiri. Ada banyak hal baru yang perlu dipahami, apalagi perkembangan digital marketing nggak berhenti di satu teknik atau platform.
Di Job Connector Digital Marketing Purwadhika, Zarisya mempelajari berbagai materi, mulai dari Consumer Behavior, Generative Engine Optimization, Search Engine Optimization, hingga Performance Marketing.
Proses belajarnya juga nggak hanya berfokus pada teori. Zarisya mendapat kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuannya melalui real-client projects.
Di sinilah proses belajar terasa berbeda. Ia perlu memahami materi, menerapkannya ke dalam proyek, menyelesaikan tugas, dan mengikuti ritme belajar yang cukup intensif.
Deadline yang berdekatan dan banyaknya hal baru sempat menjadi tantangan. Namun, proses tersebut juga membantunya membangun kembali kebiasaan belajar dan mengasah skill yang dibutuhkan di bidang digital marketing.
Pengalaman Zarisya menunjukkan bahwa kembali belajar setelah punya pengalaman kerja memang membutuhkan penyesuaian. Namun, pengalaman sebelumnya bukan sesuatu yang harus ditinggalkan. Justru, pengalaman itu bisa menjadi bekal saat mempelajari pendekatan dan skill baru.
Awalnya, tujuan Zarisya adalah memperbarui skill dan kembali mendalami marketing. Ia tidak masuk ke program dengan rencana untuk menjadi pengajar.
Namun, selama proses belajar, ia mulai menyadari ada hal lain yang juga ia nikmati. Selain mempelajari materi baru, Zarisya senang berbagi ilmu, melakukan presentasi, dan membantu orang lain memahami sesuatu.
Saat itu, ia belum tahu apakah ketertarikan tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan karirnya berikutnya.
Sampai akhirnya, kesempatan yang tidak ia rencanakan datang.
Hanya 15 menit setelah sidang Final Project, Zarisya mendapat tawaran untuk menjadi Lecturer di Purwadhika. Kesempatan yang awalnya sama sekali nggak masuk dalam rencana career switch-nya.
Seminggu kemudian, ia resmi bergabung sebagai Digital Marketing Lecturer di Purwadhika.
Perjalanan ini menjadi titik balik yang cukup menarik. Zarisya datang untuk belajar digital marketing, tetapi prosesnya juga membantunya menemukan bidang lain yang ternyata ia sukai, yaitu mengajar.
Kadang, kita memang nggak selalu tahu akan dibawa ke mana sebuah keputusan. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani prosesnya, mengenali hal-hal yang ternyata kita nikmati, dan terbuka terhadap peluang yang muncul.

Kini, perjalanan Zarisya nggak lagi hanya tentang mengembangkan skill untuk dirinya sendiri. Ia juga membantu orang lain mempelajari digital marketing.
Dari Senin sampai Kamis, Zarisya mengajar dan mendampingi student Purwadhika. Ia terlibat dalam proses belajar mereka, termasuk saat mengerjakan real-client projects hingga Final Project.
Menjadi pengajar juga bukan berarti proses belajarnya selesai.
Setiap student punya tantangan dan cara belajar yang berbeda. Situasi tersebut membuat Zarisya terus menemukan hal baru, baik dari proses mengajar maupun dari pengalaman mendampingi student.
Ada perubahan dalam perjalanan karirnya. Dulu, ia kembali belajar untuk memperbarui skill dan menemukan tantangan baru. Sekarang, ia menggunakan apa yang sudah dipelajari untuk membantu orang lain berkembang.
She came to learn. She stayed to help others grow.
Kalimat itu menggambarkan perjalanan Zarisya dengan cukup sederhana. Ia memulai langkah untuk mengembangkan dirinya, lalu menemukan kesempatan untuk ikut mendukung perjalanan orang lain.
Perjalanan Zarisya bukan berarti setiap orang yang mengambil bootcamp akan mendapat tawaran pekerjaan serupa. Namun, ada beberapa hal yang bisa dipetik dari pengalamannya.
Pertama, merasa stuck bukan berarti semua pengalaman sebelumnya sia-sia. Pengalaman kerja selama bertahun-tahun tetap bisa menjadi bekal, meskipun kamu ingin mencoba bidang yang berbeda.
Kedua, belajar lagi bukan berarti harus memulai semuanya dari nol. Kamu mungkin perlu memperbarui pengetahuan atau menguasai skill baru, tetapi pengalaman, pola pikir, dan kemampuan yang sudah dimiliki tetap bisa berguna.
Ketiga, tujuan awalmu bisa berkembang selama proses belajar. Zarisya awalnya ingin kembali mendalami digital marketing. Namun, selama proses tersebut, ia menemukan bahwa mengajar dan membantu orang lain berkembang juga merupakan hal yang ia nikmati.
Dan yang terakhir, kamu nggak harus punya semua jawaban sebelum mengambil langkah pertama. Penting untuk tahu arah yang ingin dituju, tetapi kamu juga bisa menemukan peluang baru sambil menjalani prosesnya.
Kalau kamu sedang berada di fase yang sama, mungkin ini saatnya mengevaluasi apa yang sebenarnya kamu cari dari pekerjaanmu.
Apakah kamu ingin memperdalam skill di bidang yang sekarang? Mencoba bidang baru? Atau mencari cara kerja yang lebih sesuai dengan hal yang kamu nikmati?
Kamu nggak harus langsung mengambil keputusan besar. Mulai dengan mencari tahu skill yang dibutuhkan, mengeksplorasi bidang yang menarik perhatianmu, dan melihat pilihan belajar yang sesuai dengan tujuanmu.
Kalau digital marketing menjadi salah satu bidang yang sedang kamu pertimbangkan, Job Connector Digital Marketing Purwadhika bisa menjadi salah satu pilihan untuk kamu pelajari lebih lanjut. Cari tahu kurikulum, metode belajar, dan proyek praktik yang tersedia sebelum menentukan langkah berikutnya.
Karena menemukan arah baru nggak selalu dimulai dengan jawaban yang sudah pasti. Kadang, semuanya dimulai dari keberanian untuk mencoba belajar lagi.
Bisa. Pengalaman kerja sebelumnya tetap dapat menjadi bekal saat berpindah bidang. Namun, kamu perlu memahami skill yang dibutuhkan di bidang tujuan dan mempersiapkan diri untuk mempelajari hal-hal yang belum dikuasai.
Nggak selalu. Pengalaman sebelumnya, seperti komunikasi, riset, pengelolaan proyek, atau pemahaman bisnis, bisa relevan dalam pekerjaan digital marketing. Meski begitu, kamu tetap perlu mempelajari konsep dan tools yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaannya.
Materinya dapat mencakup pemahaman perilaku konsumen, SEO, strategi konten, performance marketing, dan analisis hasil pemasaran. Materi yang dipelajari bergantung pada kurikulum program yang diikuti.
Job Connector Digital Marketing Purwadhika merupakan program pembelajaran digital marketing. Sebelum mendaftar, calon student sebaiknya memeriksa kurikulum, metode belajar, jadwal, proyek praktik, serta dukungan karir yang tersedia melalui informasi resmi Purwadhika.
Mulailah dengan mengevaluasi alasan kamu ingin berpindah bidang. Kenali apa yang membuatmu merasa stuck, bidang apa yang menarik perhatianmu, dan apakah ada skill yang ingin dikembangkan. Kamu juga bisa mengeksplorasi pekerjaan yang dituju serta berbicara dengan orang yang sudah bekerja di bidang tersebut sebelum mengambil keputusan.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT