purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

Partnership

For Corporate

Community

Why Purwadhika


WASPADA! 5 kesalahan yang sering terjadi dalam copywriting

Purwadhika

12 February 2025

0212_WASPADA_5_kesalahan_yang_sering_terjadi_dalam_copywriting_2863dab695.png

Apakah kamu baru memulai perjalanan di dunia copywriting? Atau mungkin kamu sudah menulis copy untuk sementara waktu, tetapi hasilnya belum memuaskan? Tenang, kamu gak sendirian! Copywriting memang seni yang membutuhkan latihan dan pemahaman mendalam. Banyak copywriter pemula (bahkan yang berpengalaman!) sering terjebak dalam kesalahan-kesalahan umum yang bisa mengurangi efektivitas copy mereka.

Artikel ini akan membongkar 5 kesalahan copywriting yang paling sering terjadi, lengkap dengan contoh konkret dan tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kamu akan meningkatkan kualitas copy-mu, menarik lebih banyak perhatian, dan pada akhirnya, mencapai tujuan pemasaranmu. Yuk kita mulai!

1. Gagal Fokus pada Manfaat, Terlalu Sibuk dengan Fitur

Ini adalah kesalahan paling mendasar, namun paling sering diabaikan. Banyak copywriter terlalu bersemangat menjelaskan fitur-fitur teknis produk atau layanan, sehingga lupa menyampaikan manfaat apa yang akan didapatkan oleh konsumen. Ingat, konsumen tidak peduli seberapa canggih produkmu, mereka peduli bagaimana produk itu bisa memecahkan masalah mereka atau membuat hidup mereka lebih baik.

Contoh:

  • Salah: "Laptop ini dilengkapi dengan prosesor Intel Core i9 generasi terbaru, RAM 32GB, dan SSD 1TB."
  • Benar: "Bekerja lebih cepat dan efisien tanpa lag dengan laptop super cepat ini. Anda bisa multitasking, menjalankan aplikasi berat, dan menyimpan semua file penting tanpa khawatir kehabisan ruang."

Tips Praktis:

  • Tanyakan "Lalu Kenapa?": Setelah menulis tentang fitur, tanyakan pada diri sendiri, "Lalu kenapa? Apa manfaatnya bagi konsumen?" Terus tanyakan sampai kamu menemukan jawaban yang paling relevan dengan kebutuhan konsumen.
  • Gunakan Formula "Fitur-Keunggulan-Manfaat":
    • Fitur: Apa yang dimiliki produk/layanan mu?
    • Keunggulan: Apa yang membuat fitur itu lebih baik dari yang lain?
    • Manfaat: Bagaimana fitur itu membantu konsumen mencapai tujuan mereka atau memecahkan masalah mereka?
  • Visualisasikan Manfaatnya: Gunakan bahasa yang deskriptif dan gamblang untuk membantu konsumen membayangkan bagaimana produk/layanan mu akan meningkatkan kehidupan mereka.

2. Mengabaikan Siapa Target Audiens-Mu

Siapa yang kamu ajak bicara? Apakah mereka remaja yang suka K-Pop, ibu-ibu muda yang sibuk, atau profesional bisnis yang serius? Setiap kelompok audiens memiliki bahasa, minat, dan kebutuhan yang berbeda. Copy yang efektif harus "berbicara" langsung kepada audiens yang dituju.

Contoh:

  • Salah: (Untuk aplikasi fitness yang menargetkan milenial) "Aplikasi ini menggunakan algoritma canggih untuk memantau aktivitas fisik Anda."
  • Benar: "Capai body goals-mu dengan aplikasi fitness seru ini! Ada workout kekinian, playlist musik yang bikin semangat, dan challenge bareng teman-teman!"

Tips Praktis:

  • Buat Persona Pembeli: Persona adalah representasi semi-fiktif dari pelanggan ideal kamu. Ini mencakup informasi demografis, psikografis, perilaku, dan tujuan mereka.
  • Riset Bahasa Audiens: Cari tahu bagaimana audiensmu berbicara, istilah apa yang mereka gunakan, dan apa yang mereka anggap menarik. Kamu bisa melakukan ini dengan membaca forum online, grup media sosial, atau bahkan mewawancarai beberapa orang dari target audiensmu.
  • Sesuaikan Tone dan Gaya Bahasa: Apakah audiensmulebih suka bahasa yang formal atau santai? Apakah mereka suka humor atau lebih serius? Sesuaikan copy-mu dengan preferensi mereka.

3. Judul yang Lemah dan Tidak Menarik Perhatian

Judul adalah "etalase" copy-mu. Jika judulnya tidak menarik, orang tidak akan mau membaca lebih lanjut, tidak peduli seberapa bagus isi copy-mu. Judul yang kuat harus mampu menarik perhatian, membangkitkan rasa ingin tahu, dan memberikan gambaran sekilas tentang apa yang akan dibahas.

Contoh:

  • Salah: "Tips Mengelola Keuangan"
  • Benar: "5 Cara Ampuh Mengatur Keuangan Agar Gajimu Tidak Cuma Numpang Lewat!"

Tips Praktis:

  • Gunakan Angka: Angka cenderung menarik perhatian (misalnya, "7 Tips...", "3 Kesalahan...", "10 Cara...").
  • Gunakan Kata-kata yang Kuat: Kata-kata seperti "rahasia", "terbukti", "ampuh", "gratis", "terbaru", "mudah", dll. dapat meningkatkan daya tarik judul.
  • Buat Judul yang Spesifik: Judul yang spesifik lebih menarik daripada judul yang terlalu umum.
  • Uji Berbagai Judul: Jangan ragu untuk mencoba beberapa versi judul dan lihat mana yang paling efektif.

4. Terlalu Panjang, Bertele-tele, dan Sulit Dibaca

Di dunia yang serba cepat ini, orang tidak punya waktu untuk membaca copy yang panjang dan berbelit-belit. Mereka ingin informasi yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami.

Tips Praktis:

  • Tulis Kalimat Pendek: Usahakan untuk menulis kalimat yang tidak lebih dari 20 kata.
  • Gunakan Paragraf Pendek: Setiap paragraf sebaiknya hanya berisi satu ide utama dan tidak lebih dari 3-4 kalimat.
  • Gunakan Bullet Points dan Subheading: Ini akan membantu memecah teks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dibaca.
  • Gunakan Whitespace (Ruang Kosong): Berikan ruang kosong yang cukup antara paragraf dan elemen teks lainnya agar copy-mu tidak terlihat "penuh" dan melelahkan mata.
  • Edit dan Pangkas: Setelah menulis, luangkan waktu untuk mengedit dan memangkas kata-kata yang tidak perlu.

5. Tidak Ada Call to Action (CTA) yang Jelas dan Persuasif

Setelah membaca copy-mu, apa yang kamu ingin pembaca lakukan? Apakah kamu ingin mereka mengunjungi websitemu, membeli produk-mu, mendaftar newsletter-mu, atau menghubungimu? Copy yang efektif harus memiliki CTA yang jelas, spesifik, dan persuasif.

Contoh:

  • Salah: "Terima kasih sudah membaca."
  • Benar: "Dapatkan diskon 20% untuk pembelian pertama Anda! Klik di sini sekarang!"

Tips Praktis:

  • Gunakan Kata Kerja Aktif: Kata kerja aktif seperti "klik", "daftar", "beli", "download", "pesan", dll. akan mendorong pembaca untuk segera bertindak.
  • Buat CTA yang Menonjol: Gunakan warna yang kontras, ukuran yang lebih besar, atau tombol khusus untuk membuat CTA-mu lebih mudah dilihat.
  • Berikan Sense of Urgency (Rasa Mendesak): Tambahkan kata-kata seperti "sekarang", "hari ini", "terbatas", dll. untuk mendorong pembaca agar tidak menunda-nunda.
  • Tawarkan Insentif: Berikan penawaran khusus, diskon, atau bonus untuk membuat CTA kamu lebih menarik.

Menulis copywriting yang efektif adalah keterampilan yang membutuhkan waktu dan latihan untuk dikuasai. Dengan menghindari 5 kesalahan umum yang telah diuraikan di atas dan menerapkan tips-tips praktis yang diberikan, kamu akan meningkatkan kualitas copy-musecara signifikan. Ingatlah untuk selalu fokus pada manfaat bagi konsumen, kenali audiens-mu, buat judul yang menarik, tulis dengan ringkas, dan sertakan CTA yang jelas. Selamat menulis!


bagikan


wa-button