purwadhika-logo
hamburger-menu
Purwadhika Logo

Programs

Partnership

For Corporate

Community

Why Purwadhika


BMC: Tips Bangun Strategi Bisnis yang Tepat

Arkan Bahy R

10 April 2026

Business Model Canvas

Halo, entrepreneur muda! Lagi punya ide bisnis atau startup tapi bingung gimana cara eksekusinya supaya nggak cuma jadi wacana? Tenang, ada satu tools sakti yang namanya Business Model Canvas (BMC). Lupakan deh bikin dokumen rencana bisnis yang tebelnya beratus-ratus halaman, karena BMC ini bikin kamu bisa melihat seluruh strategi bisnis cuma dalam satu lembar visual aja!

Apa sih BMC itu? BMC itu sebenarnya kerangka kerja strategis yang diciptakan oleh Alexander Osterwalder. Tujuannya simpel: supaya kamu bisa memetakan gimana bisnis kamu menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai (value) secara terstruktur dan rapi. Intinya, ini adalah cheat sheet buat bisnis kamu supaya performanya makin optimal.

Alex Osterwarld. Alexander Osterwalder

9 Elemen Business Model Canvas yang Wajib Kamu Paham (Biar Bisnis Kamu Nggak Red Flag!)

1. Customer Segments (Siapa Target Market Kamu?)

Di sini kamu harus jelasin siapa sih yang bakal beli produk kamu. Apakah mahasiswa, anak senja, atau ibu-ibu sosialita? Kamu harus paham apa masalah (customer pain) dan apa yang mereka butuhkan (customer jobs).

2. Value Proposition (Apa Selling Point Kamu?)

Kenapa orang harus pilih produk kamu dan bukan punya kompetitor? Apakah karena desainnya yang aesthetic, fiturnya yang canggih pakai AI, atau harganya yang bersahabat?

3. Channels (Lewat Mana Kamu Promosi?)

Ini adalah sarana buat interaksi sama pelanggan. Kamu bisa pakai media sosial, website, marketplace, atau bahkan strategi door-to-door kalau perlu

4. Customer Relationships (Gimana Cara Menjaga Hubungan?)

Supaya pelanggan nggak pindah ke lain hati (retention), kamu harus rajin nyapa mereka lewat email, kasih giveaway, atau punya layanan chatbot yang sat-set balesnya.

5. Revenue Streams (Cuan Datang dari Mana?)

Kamu harus jelasin cara bisnis kamu dapet duit. Bisa dari penjualan aset, biaya langganan (subscription), iklan, atau komisi.

6. Key Activities (Aktivitas Harian Kamu)

Apa saja hal penting yang dilakukan perusahaan supaya tetap jalan? Contohnya seperti riset pasar, pengembangan aplikasi, sampai digital marketing.

7. Key Resources (Aset Tempur Kamu)

Kamu butuh apa aja? Bisa berupa modal uang, server yang kencang, hak paten, sampai tim IT yang jago.

8. Key Partnerships (Siapa Bestie Bisnis Kamu?)

Kamu nggak bisa kerja sendiri. Kamu butuh mitra seperti supplier bahan baku, influencer buat promosi, atau bahkan pihak bank/investor.

9. Cost Structure (Pengeluaran Apa Saja?)

Rinciin semua biaya yang keluar, dari gaji pegawai, biaya server, sampai budget iklan biar nggak boncos.

Jadi, buat kamu yang mau mulai bisnis, jangan lupa isi BMC-nya dulu ya! Kamu bisa pakai tools keren kayak Canva atau Creately buat bikin tampilannya makin kece. Yuk, saatnya eksekusi ide kamu sekarang juga!


bagikan


wa-button