Sri Fersney Hedwinanto
∙03 November 2026

Bagaimana cara sebuah brand properti mewah memperkuat kehadiran digitalnya dan menjangkau calon pelanggan yang tepat?
Pertanyaan ini menjadi tantangan bagi Kelompok B, Kelas 2604 Job Connector Digital Marketing Purwadhika, saat mengerjakan project bersama The Grand Mansion Menteng. Melalui project ini, mahasiswa mempraktikkan proses digital marketing secara langsung, mulai dari riset pasar, analisis audiens, pengembangan brand, perencanaan media, hingga eksekusi dan evaluasi Meta Ads.
Salah satu hasil campaign yang tercatat adalah 151.370 impressions dari iklan awareness untuk Wei Café di The Grand Mansion Menteng.
Sebelum menyusun strategi, mahasiswa perlu memahami brand yang akan ditangani.
The Grand Mansion Menteng merupakan properti mewah yang menggabungkan elemen arsitektur Dutch Colonial dan Japanese Art Deco. Berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta, properti ini membawa konsep klasik dan modern dalam satu identitas.
Keunikan tersebut juga terlihat dari detail desain interiornya. Area lobby, misalnya, menggunakan elemen dekoratif berupa hanging leaves dengan pencahayaan bertingkat yang menggambarkan pergantian musim. Sementara itu, ornamen bunga poppy pada area resepsionis menjadi bagian dari identitas visual yang merepresentasikan keindahan, kemakmuran, dan harapan.
Karakter brand ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyusun strategi digital marketing. Komunikasi yang dibangun perlu mempertahankan kesan elegan dan mewah, sekaligus membuat informasi tentang properti lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.
Langkah pertama yang dilakukan tim adalah riset pasar dan analisis kompetitor.
Mereka membandingkan pencarian online terhadap The Grand Mansion Menteng dengan beberapa properti lain, termasuk Fraser Residence Menteng Jakarta, PARKROYAL, dan The St. Regis Jakarta.
Hasil analisis menunjukkan bahwa minat pencarian terhadap PARKROYAL cenderung lebih tinggi dibandingkan The Grand Mansion Menteng dalam periode 30 hari yang diteliti.
Tim juga menemukan beberapa hal dari analisis keyword:
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa tantangannya bukan hanya membuat lebih banyak konten, tetapi juga meningkatkan visibilitas brand melalui informasi yang relevan dengan kebutuhan pencarian audiens.
Dari sini, tim mulai menyusun pendekatan yang lebih terarah untuk social media dan paid advertising.
Setelah memahami kondisi pasar, mahasiswa melanjutkan proses dengan membuat buyer persona.
Tujuannya adalah memahami siapa calon pelanggan yang ingin dijangkau, apa kebutuhan mereka, dan jenis informasi yang bisa menarik perhatian mereka.
Tim menyusun tiga buyer persona:
Dian digambarkan sebagai content creator berusia 27 tahun dari Bandung yang menyukai tempat dengan tampilan estetik dan pengalaman kuliner menarik.
Baginya, hotel bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga tempat untuk menemukan pengalaman baru dan menghasilkan konten.
James merupakan regional sales director berusia 45 tahun yang tinggal di Jakarta. Ia sering mengatur acara perusahaan dan membutuhkan venue dengan fasilitas meeting, makanan yang baik, serta pelayanan profesional.
Baginya, efisiensi, keandalan, dan suasana yang nyaman menjadi pertimbangan utama.
Andre dan Maya digambarkan sebagai pasangan berusia akhir 30-an yang ingin merayakan momen spesial bersama keluarga.
Mereka mencari tempat dengan suasana hangat, elegan, pelayanan yang baik, dan pengalaman yang berkesan.
Ketiga persona ini menunjukkan bahwa The Grand Mansion Menteng memiliki beberapa segmen audiens dengan kebutuhan berbeda.
Artinya, strategi komunikasi tidak bisa hanya menggunakan satu pendekatan untuk semua calon pelanggan. Konten tentang pengalaman kuliner, fasilitas meeting, dan venue untuk perayaan memiliki daya tarik masing-masing.
Setelah memahami target audiens, tim mulai menyusun identitas komunikasi dan strategi pemasaran digital.
Tim mengembangkan elemen identitas visual dengan tetap mempertahankan karakter luxury yang dimiliki The Grand Mansion Menteng.
Beberapa elemen yang diperhatikan meliputi:
Dalam tahap ini, tim tidak melakukan perubahan besar terhadap identitas brand karena konsep visual The Grand Mansion Menteng dinilai sudah sesuai dengan positioning elegan dan mewah yang ingin dipertahankan.
Fokusnya adalah menjaga konsistensi tampilan konten sekaligus memberikan ide konten yang sesuai dengan karakter brand.
Tim kemudian menyusun customer journey untuk membantu calon pelanggan mengenal properti hingga menghubungi pihak The Grand Mansion Menteng.
Strategi media dirancang melalui tiga tahapan:
Awareness
Menggunakan konten yang sudah tersedia, khususnya konten Wei Café, untuk memperkenalkan properti kepada audiens yang lebih luas.
Consideration
Memanfaatkan Google Search dan landing page untuk mengarahkan calon pelanggan yang sedang mencari informasi lebih lanjut.
Conversion
Menggunakan WhatsApp sebagai jalur komunikasi agar calon pelanggan dapat menghubungi tim The Grand Mansion Menteng terkait produk dan layanan, termasuk Wei Café dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Dengan pembagian ini, setiap aktivitas pemasaran memiliki tujuan yang berbeda. Tidak semua konten harus langsung menghasilkan penjualan karena calon pelanggan juga membutuhkan informasi sebelum mengambil keputusan.
Setelah perencanaan selesai, mahasiswa melanjutkan ke tahap eksekusi campaign.
Dalam laporan project, tim menjalankan campaign awareness untuk Wei Café serta beberapa campaign lead generation untuk Wei Café, Ballroom, dan Meeting Room.
Beberapa hasil yang dicatat dalam laporan adalah:
| Indikator | Hasil |
|---|---|
| Impressions | 151.370 |
| Reach | 151.055 |
Angka tersebut merupakan hasil campaign awareness untuk Wei Café di The Grand Mansion Menteng.
Sementara itu, campaign lead generation diarahkan untuk menghasilkan percakapan melalui WhatsApp terkait tiga layanan, yaitu Wei Café, Ballroom, dan Meeting Room.
Dari hasil tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana strategi yang sudah direncanakan diterapkan dalam campaign dan bagaimana performanya diukur menggunakan metrik digital marketing.
Proses ini juga mencakup evaluasi terhadap performa iklan serta penyusunan laporan untuk melihat bagian mana yang masih bisa ditingkatkan.
Project bersama The Grand Mansion Menteng memberikan gambaran bahwa pekerjaan seorang digital marketer tidak hanya berkaitan dengan membuat konten atau mengelola iklan.
Ada beberapa kompetensi yang perlu digunakan secara bersamaan.
1. Market Research
Memahami kondisi pasar, kompetitor, dan perilaku pencarian audiens sebelum menentukan strategi.
2. Audience Analysis
Mengidentifikasi target pelanggan dan memahami kebutuhan mereka melalui buyer persona.
3. Brand Communication
Menyesuaikan visual dan pesan komunikasi dengan karakter serta positioning sebuah brand.
4. Media Planning & Paid Advertising
Menentukan tujuan campaign, memilih media yang digunakan, dan menyusun strategi pemasaran berdasarkan customer journey.
5. Performance Analysis
Membaca data seperti impressions, reach, CTR, dan conversion untuk mengevaluasi hasil campaign.
Kemampuan menghubungkan semua proses tersebut menjadi bagian penting dalam pekerjaan digital marketing. Sebab, strategi yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak konten atau iklan yang dibuat, tetapi juga seberapa relevan aktivitas tersebut dengan kebutuhan bisnis.
Project The Grand Mansion Menteng menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa Job Connector Digital Marketing Purwadhika menerapkan materi pembelajaran ke dalam sebuah project.
Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari penggunaan tools, tetapi juga berlatih memahami kebutuhan brand, menyusun strategi, menjalankan campaign, dan mengevaluasi performanya.
Pengalaman seperti ini membantu mahasiswa mengenal alur kerja digital marketing dengan lebih menyeluruh, sekaligus memahami tantangan yang mungkin mereka temui ketika bekerja di industri.
Tertarik mempelajari Digital Marketing melalui project dan praktik langsung?
Lewat program Job Connector Digital Marketing Purwadhika, kamu bisa mengembangkan kemampuan digital marketing dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kebutuhan industri.
Mahasiswa mengerjakan riset pasar, analisis kompetitor, pembuatan buyer persona, pengembangan brand identity, perencanaan digital marketing funnel, eksekusi Meta Ads, dan evaluasi performa campaign.
Berdasarkan laporan project, mahasiswa menggunakan Google Trends dan Google Keyword Planner untuk riset pasar dan keyword, serta Meta Ads untuk menjalankan campaign berbayar. Project juga mencakup pengelolaan konten media sosial dan perencanaan traffic menuju landing page.
Campaign awareness untuk Wei Café mencatatkan 151.370 impressions dan 151.055 reach. Sementara itu, campaign lead generation diarahkan untuk menghasilkan percakapan melalui WhatsApp terkait Wei Café, Ballroom, dan Meeting Room.
Ya. Project The Grand Mansion Menteng menunjukkan penerapan materi digital marketing melalui proses riset, perencanaan strategi, eksekusi campaign, hingga evaluasi performa.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT