Sri Fersney Hedwinanto
∙27 October 2026

Strategi digital marketing yang mendatangkan leads dimulai dari memahami target audiens, menyusun Customer Journey Funnel, dan merancang promosi yang sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan. Pendekatan ini diterapkan oleh lima student Job Connector Digital Marketing Purwadhika, yaitu Angela, Raden, Naufal, Yohanes, dan Rayhan, dalam Final Project untuk Astra Daihatsu Surabaya. Tim ini menjalankan kampanye Mid Year Deal yang berhasil menghasilkan leads tertinggi untuk Astra Daihatsu Surabaya.
Punya teori digital marketing memang penting. Tapi, saat melamar kerja atau menawarkan jasa ke client, punya proyek nyata bisa membantu kamu menunjukkan kemampuan sekaligus menjelaskan alasan di balik strategi yang digunakan dan hasil yang dicapai.
Lewat proyek ini, kelima student tersebut menerapkan riset pasar, menentukan target audiens, dan merancang strategi untuk menarik calon pelanggan.
Lalu, seperti apa prosesnya?
Sebelum menentukan konten atau promo yang ingin dijalankan, tim ini perlu memahami siapa calon pelanggan yang ingin dijangkau.
Karena itu, mereka memulai proyek dengan riset pasar otomotif di Surabaya. Salah satu hal yang dianalisis adalah data UMK untuk mendapatkan gambaran tentang daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
Dari hasil riset itu, Angela dan timnya menentukan keluarga milenial sebagai target audiens utama yang potensial untuk dijangkau.
Pendekatan ini membantu mereka menyusun strategi dengan pertimbangan yang lebih jelas. Jadi, konten dan promosi yang dibuat ngga sekadar mengikuti tren, tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik calon pelanggan.
Membuat orang tertarik dengan sebuah produk itu satu hal. Membantu mereka melanjutkan ketertarikan tersebut sampai melakukan pemesanan adalah tantangan yang berbeda.
Untuk itu, tim ini menyusun Customer Journey Funnel guna memetakan perjalanan calon pelanggan, mulai dari interaksi awal hingga proses pemesanan.
Mereka merancang alur komunikasi yang menghubungkan DM Instagram dengan pemesanan melalui WhatsApp. Dengan begitu, calon pelanggan punya jalur yang jelas untuk mencari informasi dan melanjutkan proses ketika tertarik dengan penawaran yang diberikan.
Jadi, tujuannya bukan cuma menarik perhatian audiens, tetapi juga membantu mereka melangkah ke tahap berikutnya.
Inilah salah satu alasan kenapa memahami customer journey penting dalam digital marketing. Konten yang menarik perlu didukung alur komunikasi yang memudahkan calon pelanggan mengambil tindakan.

Setelah melakukan riset dan menyusun alur komunikasi, tim ini masuk ke tahap eksekusi.
Mereka menjalankan kampanye promosi bertema Mid Year Deal, yang dipadukan dengan konten edukasi tentang skema cicilan. Pendekatan ini disesuaikan dengan hasil riset sebelumnya, termasuk pertimbangan mengenai daya beli target audiens.
Hasilnya, kampanye ini berhasil menghasilkan leads tertinggi untuk Astra Daihatsu Surabaya.
Dari proyek ini, terlihat bahwa promosi ngga cukup hanya menawarkan harga menarik. Memahami kebutuhan calon pelanggan dan menyampaikan penawaran yang relevan juga menjadi bagian penting dari strategi.
Tentunya, hasil kampanye tetap perlu dilihat sesuai konteks dan data yang tersedia. Namun, studi kasus ini menunjukkan bagaimana riset audiens, alur komunikasi, dan taktik promosi dapat diterapkan dalam satu strategi digital marketing.
Dari proyek Astra Daihatsu Surabaya, Angela, Raden, Naufal, Yohanes, dan Rayhan mendapat kesempatan untuk menerapkan beberapa kemampuan digital marketing dalam satu kasus bisnis.
Mereka belajar menghubungkan riset pasar dengan penentuan target audiens, menyusun Customer Journey Funnel, hingga menjalankan kampanye yang berorientasi pada leads.
Pengalaman mengerjakan proyek seperti ini juga bisa menjadi bahan untuk membangun portofolio digital marketing. Bukan cuma hasil akhirnya yang bisa ditampilkan, tetapi juga proses berpikir di baliknya, mulai dari masalah yang ingin diselesaikan, alasan memilih strategi, sampai cara mengevaluasi hasilnya.
Portofolio yang kuat bukan sekadar kumpulan konten yang pernah dibuat. Portofolio juga bisa menunjukkan bagaimana kamu menggunakan data dan strategi untuk menjawab kebutuhan bisnis.
Kalau kamu pengen belajar digital marketing sambil menerapkan materi melalui real case projects, kamu bisa melihat lebih lanjut program Job Connector Digital Marketing Purwadhika dan mempelajari silabusnya.
Digital Marketer membantu bisnis menjangkau audiens dan mencapai tujuan pemasaran melalui kanal digital. Tugasnya bisa mencakup riset audiens, pembuatan strategi konten, pengelolaan iklan, analisis performa kampanye, hingga evaluasi leads dan konversi.
Mulai dari memahami masalah bisnis dan siapa target audiensnya. Setelah itu, gunakan data untuk menentukan kebutuhan audiens, pilih channel yang paling relevan, susun pesan yang sesuai, dan tentukan metrik untuk mengukur hasilnya. Strategi yang efektif bukan cuma soal membuat konten yang menarik, tetapi juga memastikan setiap aktivitas punya tujuan yang jelas dan bisa mendorong audiens menuju tindakan yang diinginkan.
Leads adalah orang yang sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk atau layanan dan berpotensi menjadi pelanggan. Bentuknya bisa berupa orang yang mengisi form, mengirim DM, mendaftar melalui website, atau menghubungi bisnis lewat WhatsApp. Karena itu, dalam digital marketing, mendapatkan leads menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah sebuah kampanye berhasil menarik calon pelanggan.
Portofolio bisa membantu menunjukkan kemampuanmu kepada perekrut. Selain menampilkan hasil kampanye atau konten, kamu juga bisa menjelaskan tujuan proyek, strategi yang dipilih, proses pengerjaan, dan hasil yang diperoleh. Jika belum punya pengalaman kerja, proyek latihan atau studi kasus juga bisa menjadi bahan portofolio selama dijelaskan secara transparan.
Mulai dengan memahami target audiens dan kebutuhan mereka. Setelah itu, petakan tahapan yang dilalui calon pelanggan, tentukan pesan yang sesuai untuk setiap tahap, dan sediakan langkah lanjutan yang jelas. Misalnya, audiens menemukan promo melalui Instagram, bertanya lewat DM, lalu melanjutkan pemesanan melalui WhatsApp.
Kamu bisa mulai dengan memilih sebuah masalah bisnis, melakukan riset audiens, menetapkan tujuan kampanye, menyusun strategi, dan menentukan metrik untuk mengukur hasilnya. Proyek praktik seperti ini membantu menghubungkan teori dengan proses kerja yang lebih konkret. Saat menggunakan data atau bisnis nyata, pastikan informasi yang digunakan memang tersedia dan hasilnya dilaporkan sesuai fakta.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT