Sri Fersney Hedwinanto
∙28 October 2026

Mau switch karir ke dunia teknologi, tapi merasa terlambat karena bukan lulusan IT? Kamu nggak harus menghapus semua pengalaman kerja untuk memulai jalur baru. Eksperimen PewDiePie saat mencoba melatih model AI yang berfokus pada coding menunjukkan bahwa mempelajari teknologi bisa dimulai dari rasa penasaran, dilanjutkan dengan banyak percobaan, dan diperkuat lewat proses belajar yang konsisten. Pengalaman ini bukan bukti bahwa pindah karir ke tech pasti mudah, tetapi bisa menjadi pengingat bahwa kamu nggak harus menguasai semuanya sebelum mulai mencoba.
Kalau selama ini kamu tertarik belajar coding atau AI, tetapi masih ragu karena background pendidikan dan pekerjaanmu berbeda, ada beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari proses tersebut.
Salah satu alasan orang menunda career switch adalah merasa nggak punya bekal yang cukup.
Ada yang merasa coding terlalu rumit. Ada yang berpikir harus punya gelar IT dulu. Ada juga yang sudah bertahun-tahun bekerja di bidang lain dan khawatir semua pengalaman tersebut bakal sia-sia ketika pindah profesi.
Padahal, proses career switch nggak selalu berarti kamu harus membuang semua yang sudah dipelajari sebelumnya.
Misalnya, kamu bekerja di bidang sales. Kamu mungkin sudah terbiasa memahami kebutuhan pelanggan, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan mencari solusi ketika menghadapi masalah. Kalau kamu berasal dari bidang operasional, pengalaman mengelola proses kerja dan menemukan hambatan juga bisa menjadi bekal.
Memang, skill tersebut nggak otomatis membuatmu menjadi programmer atau Data Analyst. Kamu tetap perlu mempelajari kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk pekerjaan baru.
Namun, setidaknya kamu nggak memulai semuanya dari titik nol. Ada pengalaman yang bisa dibawa, sambil membangun skill baru secara bertahap.
Jadi, sebelum menganggap background-mu sebagai penghalang, coba lihat dulu kemampuan apa yang sudah kamu punya dan bagaimana kemampuan tersebut bisa digunakan di bidang yang ingin dituju.
PewDiePie dikenal lewat konten gaming dan YouTube. Pada Maret 2026, ia juga membagikan eksperimennya saat mencoba melatih model AI yang berfokus pada coding. Prosesnya melibatkan berbagai percobaan teknis, mulai dari menyiapkan data hingga menghadapi kendala saat mengembangkan dan mengevaluasi model.
Yang menarik bukan cuma hasil akhirnya, tetapi proses mencoba dan memperbaiki pendekatan ketika sesuatu nggak berjalan sesuai rencana.
Dari pengalaman ini, ada satu pelajaran yang relevan untuk siapa pun yang sedang mempertimbangkan career switch: kamu nggak harus menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mulai mempelajari sesuatu.
Kamu boleh mulai dari pertanyaan sederhana, mencoba mengikuti tutorial, atau membuat proyek kecil. Seiring prosesnya berjalan, kamu akan mulai mengenali bagian yang sudah dipahami dan bagian yang masih perlu dipelajari.
Tentu, eksperimen melatih model AI seperti yang dilakukan PewDiePie jauh lebih kompleks daripada latihan coding dasar. Jadi, nggak perlu menjadikan proyeknya sebagai standar awal untuk dirimu sendiri.
Ambil prinsip belajarnya saja. Mulai dari sesuatu yang bisa kamu pahami, lalu tingkatkan tantangannya secara bertahap.
Nggak. Pengalaman kerja sebelumnya bisa menjadi nilai tambah, terutama ketika skill tersebut masih relevan dengan bidang baru yang kamu tuju.
Konsep ini dikenal sebagai transferable skills, yaitu kemampuan yang bisa digunakan dalam konteks pekerjaan berbeda.
Misalnya, pengalaman di bidang marketing bisa membantumu memahami kebutuhan pengguna ketika mengembangkan produk digital. Pengalaman project management bisa berguna saat mengatur pekerjaan tim dan mengelola deadline. Sementara itu, pengalaman sales dapat membantu dalam komunikasi, negosiasi, dan memahami kebutuhan klien.
Tentu, nilai pengalaman tersebut bergantung pada posisi yang kamu incar dan bagaimana kamu menghubungkannya dengan pekerjaan baru.
Dalam Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum (WEF) mencatat bahwa pengalaman kerja tetap menjadi salah satu metode penilaian kandidat yang paling banyak diandalkan oleh pemberi kerja yang disurvei. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan penilaian skill untuk mengevaluasi kandidat. Baca laporan World Economic Forum.
Artinya, saat melakukan career switch, kamu perlu menunjukkan dua hal. Pertama, kemampuan baru yang sudah dipelajari. Kedua, bagaimana pengalaman sebelumnya membantu kamu menyelesaikan masalah yang relevan dengan posisi yang dituju.
Jadi, jangan hanya menulis di CV bahwa kamu sedang belajar coding atau data analytics. Tunjukkan juga proyek yang sudah dikerjakan, masalah yang diselesaikan, dan proses berpikir di balik hasilnya.
Kalau kamu mulai belajar teknologi sekarang, AI bisa menjadi alat bantu yang cukup berguna. Kamu bisa menggunakannya untuk memahami konsep, mencari penjelasan alternatif, atau membantu menemukan penyebab error.
Misalnya, ketika belajar coding dan menemukan pesan error yang membingungkan, kamu bisa meminta AI menjelaskan kemungkinan penyebabnya dengan bahasa sederhana. Setelah itu, periksa kode dan coba solusi yang disarankan.
Kamu juga bisa meminta contoh sederhana untuk memahami konsep tertentu, kemudian membuat versi sendiri untuk menguji apakah kamu benar-benar mengerti.
Namun, ada satu hal yang perlu dijaga. Jangan sampai AI mengerjakan semuanya, sementara kamu sendiri nggak memahami hasilnya.
Kalau hanya menyalin kode tanpa memahami logikanya, kamu bisa kesulitan ketika harus memperbaiki error atau mengembangkan fitur baru. Hal yang sama berlaku saat menggunakan AI untuk analisis data atau pekerjaan teknis lainnya.
Gunakan AI untuk membantu proses belajar, bukan untuk melewati proses memahami.
Semakin kamu memahami dasar-dasarnya, semakin mudah pula kamu menilai apakah jawaban AI masuk akal dan sesuai kebutuhan.
Belajar hal baru pasti punya bagian yang terasa menyulitkan. Kamu mungkin sudah mengikuti tutorial, mencoba beberapa solusi, tetapi hasilnya masih error. Atau kamu merasa orang lain memahami materi lebih cepat daripada dirimu.
Situasi seperti ini bisa membuatmu mempertanyakan keputusan untuk pindah bidang.
Padahal, kesulitan saat belajar nggak otomatis berarti kamu nggak cocok dengan bidang tersebut.
Eksperimen AI PewDiePie juga memperlihatkan bahwa mengembangkan teknologi melibatkan proses mencoba, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki pendekatan ketika ada masalah. Kamu bisa melihat bagian ini dalam rangkuman eksperimennya.
Saat belajar coding, misalnya, error bisa membantumu mengetahui bagian mana yang belum dipahami. Saat membangun proyek, hasil yang belum sesuai ekspektasi bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pendekatan yang digunakan.
Yang penting, jangan hanya mengulang kesalahan yang sama tanpa memahami penyebabnya.
Coba pecah masalah menjadi bagian lebih kecil, cari referensi yang relevan, dan minta feedback ketika diperlukan. Kamu juga bisa belajar bersama komunitas atau mengikuti kelas jika butuh arahan yang lebih terstruktur.
Proses ini memang membutuhkan waktu. Namun, kamu bisa membuatnya lebih terarah dengan mengetahui apa yang sedang dipelajari dan bagaimana mengukur kemajuannya.

Kalau kamu serius ingin pindah karir ke bidang teknologi, mulai dengan menentukan arah yang ingin dituju. Jangan langsung mempelajari semua bidang hanya karena terlihat menarik.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu gunakan sebagai titik awal.
Dunia tech punya banyak pilihan, mulai dari web development, data analytics, data science, cybersecurity, hingga UI/UX design.
Cari tahu seperti apa pekerjaan sehari-harinya, skill yang diperlukan, dan jenis masalah yang akan kamu tangani. Dengan begitu, kamu bisa memilih jalur berdasarkan minat dan kebutuhan, bukan hanya karena profesi tersebut sedang populer.
Lihat pengalaman kerja sebelumnya dan cari kemampuan yang mungkin bisa digunakan kembali.
Setelah itu, bandingkan dengan persyaratan pekerjaan yang ingin kamu tuju. Dari sini, kamu bisa menyusun daftar skill teknis yang perlu dipelajari dan kemampuan yang perlu diperkuat.
Langkah ini membantu kamu belajar dengan fokus, alih-alih merasa harus menguasai semuanya sekaligus.
Pelajari konsep dasar yang sesuai dengan bidang pilihanmu. Kalau ingin masuk ke web development, misalnya, mulailah memahami dasar programming dan cara kerja website. Kalau tertarik dengan data analytics, kamu bisa memulai dari spreadsheet, SQL, dan dasar analisis data.
Gunakan AI, dokumentasi, kelas online, atau materi belajar lain untuk mendukung proses tersebut.
Setelah mulai memahami dasar-dasarnya, terapkan skill tersebut lewat proyek.
Kamu bisa membuat website sederhana, menganalisis dataset, menyusun dashboard, atau membuat proyek lain yang sesuai dengan bidang yang dipilih.
Jangan hanya mengejar jumlah proyek. Pastikan kamu memahami apa yang dibangun, masalah apa yang ingin diselesaikan, dan alasan memilih pendekatan tertentu.
Portofolio yang baik membantu menunjukkan kemampuanmu secara lebih konkret saat melamar pekerjaan atau berdiskusi dengan calon pemberi kerja.
Selain skill teknis dan portofolio, kamu perlu memahami persyaratan posisi yang ingin dilamar. Pelajari deskripsi pekerjaan, sesuaikan CV, dan latih cara menjelaskan proyek serta pengalaman sebelumnya.
Pengalaman kerja lamamu tetap bisa dibahas, terutama jika menunjukkan kemampuan komunikasi, kerja sama, analisis, atau pemecahan masalah yang relevan.
Untuk urusan waktu, nggak ada durasi yang berlaku sama bagi semua orang. Lama belajar bergantung pada bidang yang dipilih, pengetahuan awal, intensitas latihan, dan standar pekerjaan yang dituju. Jadi, gunakan kemampuan yang sudah kamu bangun sebagai tolok ukur, bukan hanya berpatokan pada berapa bulan kamu belajar.
Belajar mandiri bisa menjadi pilihan kalau kamu nyaman mencari materi, menyusun jadwal, dan mengevaluasi progres sendiri. Namun, kalau kamu membutuhkan kurikulum yang lebih terstruktur, proyek praktik, atau arahan mentor, program belajar intensif juga bisa dipertimbangkan.
Job Connector Bootcamp Purwadhika menawarkan jalur pembelajaran di berbagai bidang digital. Sebelum memilih program, pelajari kurikulum, proyek praktik, metode pembelajaran, dan dukungan karir yang tersedia untuk memastikan semuanya sesuai dengan kebutuhanmu.
Mengikuti bootcamp bukan jaminan otomatis mendapat pekerjaan. Namun, proses belajar yang terarah bisa membantu kamu membangun fondasi skill dan mengerjakan proyek yang menunjukkan kemampuanmu.
Yang paling penting, pilih jalur belajar berdasarkan pekerjaan yang ingin kamu tuju. Nggak perlu mengikuti semua tren teknologi sekaligus untuk memulai career switch.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan switch career, mulai dengan mengenali skill yang perlu dipelajari dan mencoba menerapkannya lewat proyek. Dari situ, kamu bisa melihat bagian mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih perlu dikembangkan.
Di era AI, tantangannya bukan sekadar siapa yang bisa membuat desain paling cepat, tetapi siapa yang bisa merancang solusi yang benar-benar berguna bagi pengguna.
Jika kamu siap untuk mulai mencoba menerapkannya lewat real case projects dan mendapatkan panduan terstruktur, kamu bisa mengeksplorasi program Job Connector Purwadhika.
Bisa untuk sejumlah posisi, tetapi persyaratan setiap perusahaan berbeda. Kamu perlu mempelajari skill yang dibutuhkan, membangun proyek yang relevan, dan menunjukkan kemampuanmu selama proses rekrutmen. Beberapa posisi atau perusahaan tetap mensyaratkan gelar tertentu.
Waktunya bergantung pada bidang yang dipilih, pengalaman awal, waktu belajar, dan kemampuan yang perlu dikuasai. Daripada mengandalkan satu durasi pasti, petakan skill yang dibutuhkan dan evaluasi kemajuan melalui latihan serta proyek.
Transferable skills adalah kemampuan yang dapat digunakan di berbagai pekerjaan, seperti komunikasi, problem-solving, analisis, dan manajemen proyek. Kemampuan ini bisa menjadi bekal ketika berpindah bidang, tetapi tetap perlu dilengkapi dengan skill teknis yang sesuai.
AI bisa membantu menjelaskan konsep programming, memberikan contoh kode, dan membantu mencari penyebab error. Namun, pemula tetap perlu memahami logika kode dan menguji hasilnya agar tidak hanya bergantung pada jawaban AI.
Keduanya dapat memiliki fungsi yang berbeda. Portofolio menunjukkan contoh penerapan skill, sementara sertifikat dapat menunjukkan bahwa kamu telah mengikuti pelatihan tertentu. Bobot masing-masing bergantung pada persyaratan perusahaan dan posisi yang dilamar.
bagikan
ARTIKEL TERKAIT